Rabu, 14 November 2018

MATERI 5 
Spatial Analisis

Assalamualaikum WR Wb. Jumpa lagi dengan saya Rhendiq Bagus S.J.Y. ,kali ini saya akan membahas mengenai materi ke 5 yaitu Spatial Analisis,berikut adalah materu yang akan dibahas :



Model data ada Ada 2 yaitu Model Data Raster Dan Model Data Vektor dibawah ini merupakan gambar representasi dari Model Data raster dan vektor

nah setelah itu dibawah ini adalah sample  model,atau jika diartikan ke bahasa indonesia menjadi Model sampel,seperti pada gambar dibawah ini





Selanjutnya dibawah ini adalah mengenai Readl World ,seperti pada gambar dibawah ini
Model Data Raster mempunyai kekurangan dan kelebihan seperti pada penjelasan dbawah ini : 

Kelebihan Raster 
¢Representasi seperti aslinya.
¢Dapat melakukan perhitungan matematika.
¢Tampilan dengan resolusi yang tinggi dapat lebih bagus daripada vektor.
Kekurangan Raster

¢Ukuran yang cukup besar.
¢Lebih sulit untuk melakukan pemrosesan semisalnya melakukan transformasi, proyeksi, dll.
¢Representasi pixel belum tentu benar-benar mewakili suatu kenyataanya.


Point Line dan polygon ,

Topologi Merupakan 
Kumpulan aturan atau kebiasaan yang memodelkan dan menampilkan bagaimana fitur dari data spasial membentuk geometri.
Daerah sekitarnya yang berbentuk sisi/titik atau area.

Spatial Analysis

Pengertian Analisis Spasial , Analisis spasial adalah sekumpulan teknik yang dapat digunakan dalam pengolahan data SIG. ... Semua teknik atau pendekatan perhitungan matematis yang terkait dengan data keruangan (spasial) dilakukan dengan fungsi analisis spasial tersebut

Eksplorasi data 

Eksplorasi data adalah pendekatan yang mirip dengan analisis data awal, di mana seorang analis data menggunakan eksplorasi visual untuk memahami apa yang ada dalam kumpulan data dan karakteristik data, daripada melalui sistem manajemen data tradisional [1]. Karakteristik ini dapat mencakup ukuran atau jumlah data, kelengkapan data, kebenaran data, kemungkinan hubungan antar elemen data atau file / tabel dalam data

Analisis By Esri

Sebagian besar data dan pengukuran dapat dikaitkan dengan lokasi dan, karenanya, dapat ditempatkan di peta. Dengan menggunakan data spasial, Anda tahu apa yang ada dan di mana itu. Dunia nyata dapat direpresentasikan sebagai data diskrit, disimpan oleh lokasi geografisnya yang tepat (disebut "data fitur"), atau data berkelanjutan yang diwakili oleh grid biasa (disebut "data raster"). Tentu saja, sifat dari apa yang Anda analisis memengaruhi bagaimana cara terbaik diwakili. Lingkungan alam (elevasi, suhu, curah hujan) sering diwakili menggunakan grid raster, sedangkan lingkungan binaan (jalan, bangunan) dan data administratif (negara, wilayah sensus) cenderung direpresentasikan sebagai data vektor. Informasi lebih lanjut yang menjelaskan apa yang ada di setiap 
lokasi dapat dilampirkan; informasi ini sering disebut sebagai "atribut."

Penggabungan Grafis interaktif dan diagram dengan GIS
Analisis
1Queries
○Pertanyaan yang merepresentasikan dari sistem pengambilan informasi.
○Ambil semua data kota yang padat, minimal 10juta orang.
2Measurements
○Properti dari titik, garis, atau area
○Keterhubungan antara dua objek.
■Jarak antara dua objek.
■Kemiringan seuatu objek.
■
3Transfromasi
○Membuat sebuah objek dan atributnya dari sebuah aturan dan prosedur.
○Dissolve, Buffer, Union, Intersect, Point in Polygon, Spatial Join

Dissolve

Buffer
Union


Intersect

Point in Polygon
Spatial Join
Dengan menggabungkan dan melihat data yang dibagi untuk semua atau sebagian dari daerah yang sama, sebuah data dibuat dengan mengidentifikasi hubungan spasial.

Penggabungan Data 
Mengungkap pengetahuan yang tersembunyi di bawah permukaan. Analisis vektor tradisional dan data tabular — dari yang sangat kecil hingga yang masif. Proses data raster dan citra menggunakan teknik state-of-the-art dalam skala apa pun.

Visualisasi data
Saat Anda melakukan geocode data, Anda menempatkannya secara akurat di peta dan melambangkannya untuk pemahaman lebih lanjut. Dengan menggunakan GIS, Anda akan dapat menjawab pertanyaan seperti, "Di mana kantor regional kami berada?" Dan "Di mana semua truk pengiriman kami?"


 Mencari dimensi dan distribusi

Identifikasi distribusi fitur di suatu lokasi. Misalnya, tentukan jumlah sekolah di dalam kota atau jumlah sungai dalam radius sepuluh mil dari suatu pipa. Dan, lihat berapa banyak pelanggan tinggal dalam jarak lima mil dari toko Anda.
Mencari keterhubungan
Hubungan antara fitur termasuk asosiasi seperti kedekatan, kebetulan, persimpangan, tumpang tindih, visibilitas, dan aksesibilitas. Temukan persimpangan objek dalam ruang dan waktu menggunakan kueri dan visualisasi sementara. Jawab pertanyaan seperti, “Kapan dan di mana jalur migrasi ikan paus akan berpotongan dengan rute pelayaran maritim?”


Mencari jarak terpendek
Temukan rute tercepat, terpendek, atau bahkan paling indah untuk seluruh armada. Hitung waktu drive dan temukan fasilitas. Sertakan nilai biaya seperti jarak, waktu, kemiringan, atau atribut aliran lainnya. Selesaikan hanya untuk dua lokasi berhenti atau urutan banyak pemberhentian dalam urutan terbaik.

Mencari pola


Memprediksi
Sample



Sekian Materi kali ini semoga bermanfaat wassalamualaikumm wr wb ,tetap terus ikuti postingan saya di blog ini trima kasih :) 

Minggu, 21 Oktober 2018

INTRO || PENGENALAN GIS

Sistem Informasi  Data Spatial

Asslamualaikumm wr wb kawan kali ini saya akan membahas tentang intro dari  Sistem Informasi Data spasial,mohon maav kalau intro dari materi ini tertinggal dikarenakan lupa untuk menaruh intronya di awal,dan untuk pembahasan kali ini adalah sebagai berikut.

berikut ini adalah gambaran atau ilustrasi mengenai materi Sistem Informasi Data Spatial ,


Pengertian Sistem Informasi Data Spatial

Pengertian dari Sistem Informasi Data Spatial hampir sama dengan Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989). 

Sejarah GIS

35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.
Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan "litografi foto" dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.
Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS - SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI - Canadian land Inventory) - sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.
GIS dengan gvSIG.
CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika, memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangnya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut "Bapak SIG".
CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstationUNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.
Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun "Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)" dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.
Jenjang pendidikan SMU/senior high school melalui kurikulum pendidikan geografi SIG dan penginderaan jauh telah diperkenalkan sejak dini. Universitas di Indonesia yang membuka program Diploma SIG ini adalah D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, tahun 1999. Sedangkan jenjang S1 dan S2 telah ada sejak 1991 dalam Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Penekanan pengajaran pada analisis spasial sebagai ciri geografi. Lulusannya tidak sekadar mengoperasikan software namun mampu menganalisis dan menjawab persoalan keruangan. Sejauh ini SIG sudah dikembangkan hampir di semua universitas di Indonesia melalui laboratorium-laboratorium, kelompok studi/diskusi maupun mata pelajaran.

Manfaat SIG di berbagai bidang

Inventarisasi sumber daya alam

Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
  • Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
  1. Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
  2. Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
  3. Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
  4. Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
  5. Rehabilitasi dan konservasi lahan.

Untuk pengawasan daerah bencana alam

Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
  • Memantau luas wilayah bencana alam;
  • Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
  • Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
  • Penentuan tingkat bahaya erosi;
  • Prediksi ketinggian banjir;
  • Prediksi tingkat kekeringan.

Bagi perencanaan Wilayah dan Kota

  • Untuk bidang sumber daya, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah rawan bencana.
  • Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan sistem dan status pertahanan.
  • Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik.
  • Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah.
  • Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaaan.
  • Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari GIS (Geographical Information System)



Contoh tools Gmaps
Contoh tools (WebGI Globe)




Contoh tools (Arcs)






Selasa, 02 Oktober 2018

MODEL DAN MANAJEMEN BASIS DATA

Assalamualaikumm wr wb ketemu lagi dengan saya Rhendiq Bagus S.J.Y. di postingan saya selanjutnya

Pengertian 

Model data adalah Sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data, hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi.

•Salah satu bagian dalam SIG adalah melakukan pengolahan basis data, dengan GUI menggunakan sistem query dan aplikasi yang multi user.
 
•SIG merupakan aplikasi untuk menganalisa data keruangan/data spasial, yang bisa melakukan analisa data spasial dan non-spasial sekaligus.

Tentang Tipe Data

Berdasarkan Geografis :                                                           Types of Statistical Data :
                                                       
•Data Lokasi                                                                                  • Nominal
–Koordinat                                                                                     • Kategori
–Nama Lokasi                                                                                • Urut
–Topologi 

•Data Non Lokasi
–Attribut

•Data dimensi waktu

Desain Entity Relationship Diagram (RED)


Contoh ERD 

DB Construction

•Konstruksi basis data / konversi adalah proses membangun basis data digital dari data sumber - peta dan file tabular.
•Penekanan utamanya adalah manajemen aktivitas dan jaminan kualitas / kontrol kualitas dari data yang dikonvers

Data Raster


Data Vektor



DB Relational


•Databse Relationship atau bila diartikan dalam bahasa indonesia memliki arti relasi antar database menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas
data. 

•Keuntungan :
–Bentuknya sederhana
–Mudah melakukan berbagai operasi data

 
Hybrid & Integrated System

•Struktur data vektor dan struktur data raster dapat dipadukan pada suatu sistem, dengan melengkapi fasilitas konversi vektor ke raster dan raster ke vektor. Selain itu juga disediakan fungsi-fungsi untuk mengolah masing-masing struktur data.
•Data SIG terdiri dari dua bentuk data: yaitu data grafis yang menyatakan entitas obyek dan data attribut. Data grafis yang terdiri dari data koordinat dan data topologi disimpan di berkas yang terpisah dari data atribut. Data atribut ditangani oleh database management system. Penggabungan kedua tipe data dilakukan melalui suatu kode identifikasi, misal kode identifikasi poligon, garis atau titik. Hal yang sama juga dapat dilakukan 'linkage' antara grid-cell modules dengan database management system.
•Operasional SIG secara keseluruhan yang terdiri dari SIG software, CAD software, Image Processing software, GPS software, Open-Source components, DBMS system.

Sekian postingan saya kali ini,semoga bermanfaat bagi yang membaca postingan ini,teruslah ikuti postingan saya selanjutnya,wassalamualaikum wr wb.

GIS || Model Data Spasial


Assalamualaikumm wr wb kembali lagi dengan saya Rhendiq Bagus S.J.Y.,dari Fakultas Teknik Prodi Informatika ,kali ini akan menjelaskan mengenai model data spasial,berikut adalah penjelasan mengenai materi yang akan dibahas pada postingan kali ini.


A. Representasi Geografi 

-Model Diskrit : Objek yang berdiri sendiri atau benar-benar terpisah dengan lainnya. 
-Model Kontinyu : Model geografi yang terdiri dari variabel dalam jumlah yang tak pasti, dimana setiap variabel didefinisikan pada setiap kemungkinan posisi atau tidak terlihat batasnya.

Model Diskrit 


Model Data 2 Dimensi

*Vektor 

Objek Geografi yang direpresentasikan oleh dimensinya. 

*Raster 
Objek Geografi yang direpresentasikan oleh pixel atau grid/sel.


1.Titik
2.Garis
3.Polygon

Perbandingan Vektor dan Raster


Tipe Raster

*Raster diskrit
Mewakili objek di kedua fitur (vektor) dan sistem penyimpanan data raster.

*Raster terus menerus 
Mewakili fenomena di mana setiap lokasi di permukaan adalah ukuran tingkat konsentrasi atau hubungannya dari titik tetap di ruang angkasa atau dari sumber yang memancarkan.


Demikian pembahasan dari saya ,semog bermanfaat bagi yang membaca ,Assalamualaikumm wr wb,dan ikuti terus postingan selanjutnya.



Kamis, 27 September 2018

Sistem Informasi Geografisn(GIS) || BASIC GIS

BASIC GIS

Assalamualaikum wr wb gess,Bertemu lagi dengan saya Rhendiq Bagus S.J.Y,dari fakultas teknik prodi informatika Universitas Bhayangkara Surabaya,disini akan memberikan materi tentang GIS(Geographical Information system) atau jika diartikan dalam bahasa indonesia menjadi Sistem Informasi Geografis,nah penjelasannya ada dibawah ini silahkan simak ya gaesssss 

A.Pengertian Sistem Informasi Geografis 

(bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi

C.Komponen SIG

1.Data Spasial
Data spasial adalah data yang bereferensi geografis atas representasi obyek di bumi. Data spasial pada umumnya berdasarkan peta yang berisikan interprestasi dan proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi (PPPPTK,2016). Fenomena tersebut berupa fenomena alamiah dan buatan manusia. Data pada SIG memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari data mentah maupun data yang sudah dalam bentuk siap tampil. Misalnya data array dari GPS (kordinat), hasil scanning peta, digitasi, dan lain-lai, dimana tiap titiknya diwakili oleh nilai longitude (garis bujur) dan latitude (garis lintang). Namun adakalanya data GIS yang lain bisa didapatkan dari citra satelit (penginderaan jauh), digitasi, dan lain-lain. 

2.Data non Spasial

Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.

C. Sumber Data SIG

Sumber data yang dapat digunakan dalam masukan data antara lain data pengindraan jauh, data teristris, dan data peta

1.    Data Lapangan (Teristis)
Data yang diperoleh secara langsung (data primer) dari hasil pengamatan /pengukuran di lapangan Contoh: data sensus penduduk (yang berkaitan dengan jumlah, jenis kelamin dan komposisi penduduk serta tingkat perekonomian penduduk), kesuburan dan keasaam (PH) tanah curah hujan, suhu.

2.    Data Peta
Data peta adalah data yang sudah dalam bentuk peta yang siap digunakan. Guna keperluan SIG melalui komputerisasi, data-data dalam peta dikonversikan ke dalam bentuk digital. Sebuah peta harus benar-benar mempresentasikan sebagian atau seluruh permukaan bumi. Oleh karena itu, sebuah peta harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
a)    Jarak antartitik pada peta harus sesuai dengan jarak antartitik sesungguhnya di permukaan bumi.
b)    Luas wilayah pada peta harus sesuai dengan luas wilayah sesungguhnya.
c)    Sudut atau arah sebuah garis pada peta harus sesuai dengan sudut arau arah yang sesungguhnya di permukaan bumi.
d)    Bentuk sebuah objek pada peta harus sesuai dengan bentuk yang sesungguhnya di permukaan bumi.

3.    Data Penginderaan Jauh
Data yang diperoleh dengan menggunakan sensor tanpa kontak langsung dengan obyek.
Data pengindraan jauh berupa citra, baik citra foto maupun nonfoto. Apabila sumber data berupa foto udara, harus diolah terlebih dahulu dengan cara interpretasi, kemudian disajikan dalam bentuk peta. Namun apabila berupa citra satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah dilakukan koreksi seperlunya.

D.Proyeksi Map


  • Proyeksi bidang datar / Azimuthal / Zenithal
Proyeksi Zenithal (Azimuthal), adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi. Proyeksi Azimuthal dibedakan 3 macam, yaitu:
  1. Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
  2. Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
  3. Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.
  • Proyeksi Kerucut
Proyeksi Kerucut yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut. Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut yang menyinggung atau memotong globe kemudian di buka, sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut puncaknya. Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°. Proyeksi kerucut dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Proyeksi kerucut normal atau standar
Jika garis singgung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (Paralel Standar).
  1. Proyeksi Kerucut Transversal
Jika kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bumi tegak lurus.
  1. Proyeksi Kerucut Oblique (Miring)
Jika sumbu kerucut terhadap sumbu bumi terbentuk miring.
  • Proyeksi Silinder
Proyeksi Silinder adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi. Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa, maka semua garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal. Penggunaan proyeksi silinder mempunyai beberapa keuntungan yaitu:
  1. Dapat menggambarkan daerah yang luas.
  2. Dapat menggambarkan daerah sekitar khatulistiwa.
  3. Daerah kutub yang berupa titik digambarkan seperti garis lurus.
  4. Makin mendekati kutub, makin luas wilayahnya.
Jadi keuntungan proyeksi ini yaitu cocok untuk menggambarkan daerah ekuator, karena ke arah kutub terjadi pemekaran garis lintang.

yah demikian materi dari saya mengenai GIS ,semoga bermanfaat bagi yang membaca ,Wassalamualaikum wr wb ,sampai jumpa di postingan berikutnya,






.












.









ANT COLONY

Pengertian Algoritma ACO (Ant Colony Optimization) adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian jalur. Contoh yang dibahas ...